Manfaat Kesehatan Beras Pecah Kulit
Rahasia dibalik Manfaat Kesehatan Beras Pecah Kulit

By Nur Khoiriyah 19 Mar 2016, 16:29:20 WIBMakarti

Manfaat Kesehatan Beras Pecah Kulit

Keterangan Gambar : nasi cokelat


Artikel sebelumnya telah membahas tentang perbedaan fisik dan kandungan gizi antara beras pecah kulit (PK) dan beras putih. Kandungan gizi serta senyawa fitokimia yang berbeda sebenarnya terdapat pada kulit ari yang masih menempel pada beras PK. Kulit ari/aleuron dan endosperm ini biasa dikenal dengan sebutan bekatul. Bekatul yang melekat pada beras PK inilah yang menjadi rahasia dibalik manfaat kesehatan beras PK. 

Beberapa manfaat kesehatan bekatul dalam beras PK antara lain:

Meningkatkan sistem imun/daya tahan tubuh. Protein tinggi yang tersusun dari asam amino esensial yang hampir lengkap seperti leusin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh (Yuliarti 2009). Sehingga, tubuh lebih tahan terhadap serangan bakteri patogen dan virus.

Antihiperkolesterol (Revilla dkk 2009). Kandungan serat pangan larut dapat menyerap garam empedu di hati. Garam empedu ini berperan dalam pembentukan kolesterol oleh hati. Sehingga, produksi kolesterol yang dialirkan ke darah menjadi berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi bekatul, semakin besar penurunan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida serta terjadi peningkatan kadar HDL dalam darah. 

Mengurangi risiko penyakit jantung. Bekatul dalam beras PK memiliki kandungan senyawa fitokimia gamma oryzanol. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan kuat yang dapat mencegah reaksi oksidasi asam lemak oleh radikal bebas. Asam lemak yang teroksidasi dapat menempel pada pembuluh darah dan membentuk plak. Pembentukan plak ini jika terjadi pada pembuluh darah koroner jantung dapat mengakibatkan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Antidiabetes (Jung dkk 2007). Selain dapat berpengaruh dalam penurunan kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat pangan pada bekatul juga bersinergi dalam mekanisme penurunan gula darah. Saat kita mengonsumsi makanan yang mengandung serat, proses penyerapan karbohidrat dalam saluran cerna berlangsung lambat. Sehingga, gula darah tidak mengalami kenaikan yang terlampau tinggi. Ketika laju kenaikan gula darah berjalan lambat, hal ini membuat sekresi insulin berlangsung secara perlahan. Produksi insulin ini dapat merangsang aktivitas enzim HMG-KoA (3-hidroksi-3metilglutaril koenzim A) reduktase yang mensintesa kolesterol. Ketika produksi insulin berjalan perlahan, maka pembentukan kolesterol juga menurun. Mekanisme inilah yang membuat serat pangan mempunyai efek menurunkan gula darah (antidiabetes) dan menurunkan kolesterol (Lupton & Turner 2005).

Antioksidan (Damayanthi dkk 2010). Aktivitas antioksidan pada bekatul terbukti mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Senyawa antioksidan tertinggi dalam bekatul yaitu asam fenolat dan asam ferulat (Huang dan Ng 2012). Sekitar 70 – 90% asam fenolat terkandung dalam bekatul (Zhou dkk 2004). Selain itu, beberapa senyawa yang memiliki fungsi antioksidan dalam bekatul yaitu tokoferol (vitamin E), tokotrienol dan pangamic acid (vitamin B15). Menurut Liem (2006), terdapat 200 mg vitamin B15 dalam tiap 100 g bekatul. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan vitamin B15 ini antara lain diabetes mellitus, hipertensi, hiperkolesterol, aterosklerosis serta penyakit jantung koroner, asma dan sirosis.

Menjaga kesehatan saluran cerna (Astawan 2010). Bekatul sebagai sumber serat pangan tidak larut (unsoluble dietary fiber) berperan dalam proses pengosongan usus dari sisa makanan yang tidak tercerna. Sehingga dapat terbawa keluar saat proses defekasi bersama feses (proses BAB).

Oleh: Nur Khoiriyah, S.Gz (Alumni Gizi Masyarakat IPB) 

 

 

Sumber:

Astawan M. dan Febrinda, A.E. (2010). Potensi dedak dan bekatul beras sebagai ingredient pangan dan produk pangan fungsional. Artikel Pangan 19(1): 14-21.

 

Damayanthi E., Kustiyah, L., Khalid, M. dan Fariza, H. (2010). Aktivitas antioksidan bekatul lebih tinggi daripada jus tomat dan penurunan aktivitas antioksidan serum setelah intervensi minuman kaya antioksidan. Jurnal Gizi dan Pangan 5(3): 205–210.

Huang, S.H. dan Ng, L.T. (2012). Quantification of polyphenolic content and bioactive constituents of some commercial rice varieties in Taiwan. Journal of Food Composition and Analysis 26: 122-127.

Jung, E. H., Kim, S.R., Hwang, I.K. dan Ha, T.Y. (2007). Hypoglycemic effects of a phenolic acid fraction of rice bran and ferulic acid in c57bl/ksj-db/db mice. Journal of Agriculture and Food Chemistry 55: 9800-9804.

Li, S.C., Chou, T.C. dan Shih, C.K. (2011). Effects of brown rice, rice bran, and polished rice on colon carcinogenesis in rats. Food Research International 44: 209-216.

Revilla, E., Maria, C.S., Miramontes, E., Bautista, J., Garcia-Martinez, A., Cremades, O., Cert, R. dan Parrado, J. (2009). Nutraceutical composition, antioxidant activity and hypocholesterolemic effect of a water-soluble enzymatic extract from rice bran. Food Research International 42: 387-393.

Yuliarti N. 2009. A To Z Food Supplement. Yogyakarta: C.V Andi 

  



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

LiveZilla Live Chat Software

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pengembangan manakah yang ingin anda dahulukan ?
  Maps Data Warga
  Data Warga
  Android

Komentar Terakhir

  • LbvwAwapse

    http://cialisovnsm.com/ low cost cialis <a href=http://cialisovnsm.com/>cialis ...

    View Article
  • Vbsfynutindy

    http://viagraonszb.com/ lowest viagra price <a ...

    View Article
  • Farimfsnulp

    http://cialisoakdm.com/ cialis 50mg <a href=http://cialisoakdm.com/>cialis ...

    View Article
  • Farimfsnulp

    http://cialisoakdm.com/ cialis overdose <a href=http://cialisoakdm.com/>cialis ...

    View Article