Kerja Nyata POMOSDA dalam Kreatifitas dan Rasa Keluarga
Karnaval di Tanjunganom

By IT Media Jatayu 25 Agu 2016, 00:14:10 WIBBerita

Kerja Nyata POMOSDA dalam Kreatifitas dan Rasa Keluarga

Keterangan Gambar : Partisipasi Peserta Dalam Karnaval Di Tanjunganom


Puncak Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) di Kecamatan Tanjunganom berlangsung meriah dengan adanya kegiatan karnaval. Untuk memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-71, karnaval yang diadakan pada hari Sabtu 20 Agustus 2016 ini diikuti oleh siswa-siswi SMP-SMA (sederajat) se-kecamatan Tanjunganom. Salah satunya adala SMP-SMA POMOSDA.

SMP-SMA POMOSDA turut berpartisipasi untuk memeriahkan karnaval dengan mengambil tema “Kerja Nyata Memakmurkan Bumi Allah untuk Kemandirian Pangan dengan PTSA menuju Merdeka Lahir Bathin dalam Ampunan-Nya”. Menurut Ustadz Hendry Eko, kepala sekolah SMA POMOSDA, tema ini diambil untuk meneruskan dhawuh dari Pimpinan POMOSDA yang juga sedang menguatkan program kemandirian pangan. Selain itu, tema yang diangkat juga sesuai dengan tema yang diusung pemerintah (Jokowi), yakni Kerja Nyata. Ustadz yang memimpin barisan karnaval POMOSDA ini juga menuturkan bahwa tujuan pengambilan tema ini adalah untuk memperkenalkan pada masyarakat dan membudayakan program kerja nyata, utamanya dalam kemandirian pangan pada santri sebagai bekal di kehidupan.

Tentunya karnaval kali ini POMOSDA didukung oelh Tim Makarti yang memamerkan hasil karya santri yang berupa produk-produk pertanian. Tidak hanya itu, hasil panen yang berupa sayuran organik – kangkung dan sawi – juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang tengah menonton karnaval. Masyarakat yang beruntung mendapatkan sayuran organik terlihat sangat senang karena sayuran organik ternyata belum terlalu populer di lingkungan masyarakat Tanjunganom.

Untuk karnaval kali ini, POMOSDA mengirimkan peserta sebanyak 248 santri, sehingga POMOSDA menjadi sekolah dengan peserta karnaval terbanyak. Barisan peserta karnaval POMOSDA yang merupakan gabungan santriwa-santriwati SMP dan SMA ini dipimpin apik oleh pasukan Drumband Spectrum POMOSDA, disusul dengan Cucuk Lampah, Paskibra, mobil produk pertanian, dan seterusnya. Barisan-barisan peserta karnaval POMOSDA juga dibagi menjadi beberapa barisan yaitu Agama, Politik & Sosial, Ekonomi & Hukum, Profesi, Olahraga, Adat & Budaya, dan Keamanan.

Sepanjang rute karnaval yang telah ditentukan Panitia PHBN Kecamatan, yakni dari stadion Warujayeng sampai pertigaan Jetis, seluruh peserta karnaval dari POMOSDA tidak hanya berjalan rapi, tapi juga melakukan gerakan flashmob yang dipimpin oleh salah satu pengabdian POMOSDA. Hal ini memancing perhatian masyarakat Tanjunganom yang menonton karnaval, karena mencerminkan nilai kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan yang ada di POMOSDA. Para santri peserta karnaval-pun juga merasa senang karena mereka menikmati perjalanan menuju finish dengan flashmob bersama-sama.

Disamping mempersembahkan flashmob untuk masyarakat, santri-santri yang berada di barisan olahraga juga mempertunjukkan aksinya. Salah satunya adalah Wushu. Saat pasukan berhenti, para santri yang berkostum wushu mempertontonkan beberapa jurus yang telah mereka kuasai pada masyarakat. Begitu juga cabang olahraga lainnya, seperti futsal, volly, dan lain-lain. Masyarakat juga begitu antusias melihat pertunjukan yang dipersembahkan oleh para santri.

Saat diwawancarai mengenai persiapan untuk karnaval kali ini, Ustadz Hendry mengatakan hanya ada waktu kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan,  mulai dari drumband, koreografi, kostum, rias hingga properti. Namun berkat kerjasama yang luar biasa dan ketepatan waktu dari Panitia PHBN sekolah, para santri, pengabdian dan asatidz, karnaval ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Memang telah dibentuk panitia khusus untuk karnaval, diketuai langsung oleh Ustadz Hasyim”, tambah Ustadz Hendry.

Dengan jumlah peserta yang begitu banyak, pihak panitia Peingatan Hari Besar Nasional (PHBN) sekolah menjalin kerjasama dengan para komite perihal biaya yang cukup besar, sehingga tercipta komunikasi dan hubungan yang baik antara komite dengan sekolah.

Ustadz Hendry juga menjelaskan bahwa karnaval ini tidak hanya semata-mata merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, akan tetapi terdapat tujuan yang luar biasa, yakni sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kreatifitas, respon, respek, rasa peduli, kekeluargan dan komunikasi, terutama bagi santri, yang dalam persiapannya terwujud perilaku saling membantu dan kerjasama, meskipun tidak semua santri ikut dalam kegiatan karnaval. Hal ini juga sebagai perwujudan program pemerintah yang menjad slogan tahun ini, yakni “KERJA NYATA”.

 

{Red_go}



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

LiveZilla Live Chat Software

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pengembangan manakah yang ingin anda dahulukan ?
  Maps Data Warga
  Data Warga
  Android

Komentar Terakhir

  • LbvwAwapse

    http://cialisovnsm.com/ low cost cialis <a href=http://cialisovnsm.com/>cialis ...

    View Article
  • Vbsfynutindy

    http://viagraonszb.com/ lowest viagra price <a ...

    View Article
  • Farimfsnulp

    http://cialisoakdm.com/ cialis 50mg <a href=http://cialisoakdm.com/>cialis ...

    View Article
  • Farimfsnulp

    http://cialisoakdm.com/ cialis overdose <a href=http://cialisoakdm.com/>cialis ...

    View Article